INDONESIA BELA PALESTINA
June 1, 2025 at 02:01 AM
*KORBAN TERUS BERTAMBAH SEIRING PEMBANTAIAN TANPA HENTI DI GAZA* Serangan udara Israel terus mengguncang Gaza, menghancurkan infrastruktur dan menewaskan warga sipil. Di Kota Gaza, lebih dari 15 gedung perumahan hancur sejak pagi, sementara serangan udara menargetkan Deir al-Balah dan wilayah barat laut Khan Younis. Pasukan Israel juga melakukan pengeboman gedung-gedung di Qarara, timur laut Khan Younis, serta menyerang Jabalia dan wilayah Tuffah dengan artileri. Korban terus bertambah, dengan Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan 14 martir sejak fajar, 60 martir dan 284 luka dalam 24 jam, serta total 54.381 martir dan 124.054 luka sejak 7 Oktober 2023. Dr. Hamdi al-Najjar menjadi martir akibat serangan di Khan Younis, menyusul sembilan anaknya yang tewas sebelumnya. *KRISIS KESEHATAN MENGANCAM ANAK-ANAK GAZA* Sistem kesehatan Gaza berada di ambang kehancuran. Kompleks Medis Al-Shifa hanya beroperasi pada 20% kapasitasnya karena serangan Israel, menyebabkan pasien gagal ginjal meninggal setiap hari akibat minimnya perawatan. Direktur Gedung Anak-Anak Kompleks Medis Nasser melaporkan 75% kapasitas tempat tidur rumah sakit hancur, memicu bencana kesehatan bagi anak-anak, diperparah dengan larangan Israel atas masuknya vaksin. Generator listrik rumah sakit juga dihancurkan, termasuk tiga unit berkapasitas tinggi, membuat ruang operasi, ICU, UGD, dan inkubator bayi terancam berhenti berfungsi karena kekurangan listrik dan suku cadang. *BANTUAN KEMANUSIAAN YANG SANGAT TIDAK MEMADAI* Krisis kemanusiaan di Gaza semakin parah akibat minimnya bantuan. Komisaris Jenderal UNRWA menyatakan 900 truk bantuan yang dikirim dalam dua minggu hanya memenuhi 10% kebutuhan harian, disebut sebagai "ejekan" terhadap tragedi yang terjadi. Ketua Jaringan Organisasi Non-Pemerintah Palestina di Gaza menyebut bantuan yang masuk sangat terbatas, hanya sebagai "abu di mata" untuk menutupi krisis sebenarnya. Pendudukan Israel terus menghalangi aliran bantuan, memperburuk penderitaan warga. *PENYERBUAN DAN KEKERASAN DI TEPI BARAT* Di Tepi Barat, pasukan Israel menyerbu kota Qabalan, Fahma, Halhul, dan Jericho, menggerebek rumah-rumah warga. Pemukim ekstremis menyerang warga Palestina dan kendaraan mereka di antara Burqa dan Deir Dibwan, sementara di Yerusalem, pemukim mengadakan tarian di Pasar Qattaneen di bawah pengawalan polisi Israel. Palang Merah Palestina melaporkan dua warga terluka di Jericho, satu akibat tembakan dan satu lagi dipukuli di kepala, menunjukkan eskalasi kekerasan di wilayah pendudukan. *KELOMPOK PERLAWANAN PALESTINA AKTIF MELAWAN PENDUDUKAN* Kelompok perlawanan Palestina tetap berjuang. Seraya al-Quds menembakkan mortir ke pasukan Israel di Adh-Dhahira, Khan Younis, dan menyita 170 kg bahan peledak dari drone Israel di Tuffah, yang kini diaktifkan untuk melawan pendudukan. Brigade Al-Qassam melancarkan penyergapan mematikan di Attatra, Beit Lahia, menewaskan dan melukai pasukan Israel dalam pertempuran jarak dekat. Sementara itu, siren peringatan berbunyi di Nirim dan Ein HaShlosha akibat roket dari Gaza yang jatuh di area terbuka. *HAMBATAN NEGOSIASI DAN KRITIK TERHADAP NETANYAHU* Hamas menyerahkan tanggapan terhadap proposal gencatan senjata Steve Witkoff, menuntut gencatan senjata permanen, penarikan penuh Israel dari Gaza, dan aliran bantuan tanpa hambatan, termasuk pembebasan 10 sandera hidup dan 18 jenazah sebagai ganti tahanan Palestina. Namun, Witkoff menyebut tanggapan Hamas tidak dapat diterima, sementara pejabat AS menilainya cukup positif meski tidak sepenuhnya sesuai. Keluarga sandera Israel mengecam Netanyahu karena menghambat kesepakatan, menuduhnya menolak mengakhiri perang demi kepentingan politik dan meminta intervensi Trump. Channel 12 Israel melaporkan Netanyahu berkonsultasi soal tanggapan Hamas, sementara Ben Gavir mendesak tindakan keras untuk menghancurkan Hamas. *SOLIDARITAS INTERNASIONAL UNTUK PALESTINA* Dukungan global untuk Gaza terus mengalir. Gubernur Emilia-Romagna, Italia, memutuskan hubungan dengan Israel sebagai protes terhadap situasi di Gaza, sementara Menteri Luar Negeri Saudi menunda kunjungan ke Tepi Barat akibat larangan Israel. Hussein al-Sheikh menyebut larangan Israel terhadap delegasi Arab-Islam ke Ramallah sebagai eskalasi berbahaya, dan Palestina sedang merumuskan respons bersama negara-negara Arab. Namun, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS menyalahkan Hamas atas berlanjutnya konflik, menegaskan perlunya lebih banyak bantuan kemanusiaan ke Gaza. (Aljazeera, 1/6/25)
😢 ❤️ 🙏 😂 😮 👍 83

Comments