fiction stories & novels [CFN]
fiction stories & novels [CFN]
February 16, 2025 at 07:25 AM
"Kulkas rahasia!" 18._pengakuan riko_ Amara dan Riko hidup dengan tenang di rumah baru mereka. Mereka mulai membangun hidup baru mereka, dengan harapan bahwa mereka dapat melupakan masa lalu yang kelam dan memulai hidup yang baru dan lebih baik. Namun, beberapa hari kemudian, Amara mulai merasa bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Dia merasa bahwa ada orang yang mengawasinya, dan dia mulai merasa khawatir. "Riko, aku merasa ada sesuatu yang tidak beres," kata Amara kepada Riko. "Aku merasa ada orang yang mengawasiku." Riko mengangguk dan memeluk Amara. "Jangan khawatir, Amara," katanya. "Kita berdua akan selalu bersama-sama. Kita tidak akan membiarkan siapa pun mengganggu kita." Namun, Amara masih merasa khawatir. Dia tidak bisa menghilangkan perasaan bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Suatu hari, Amara memutuskan untuk mengikuti Alex ke luar rumah. Dia ingin tahu apa yang Alex lakukan setiap hari, dan dia ingin memastikan bahwa Alex tidak memiliki rahasia lain yang belum terungkap. Amara mengikuti Alex ke sebuah kantor kecil di pusat kota. Dia melihat Alex masuk ke dalam kantor tersebut, dan dia memutuskan untuk mengikuti Alex ke dalam. Namun, saat Amara masuk ke dalam kantor tersebut, dia melihat sesuatu yang membuatnya terkejut. Dia melihat Alex berbicara dengan seorang wanita yang tidak dikenalnya. "Siapa wanita itu?" tanya Amara kepada dirinya sendiri. "Apa yang Alex lakukan dengan wanita itu?" Amara memutuskan untuk mengikuti Alex dan wanita tersebut, untuk memastikan bahwa Alex tidak memiliki rahasia lain yang belum terungkap. Namun, saat Amara mengikuti Alex dan wanita tersebut, dia tidak sadar bahwa dia sedang diikuti oleh seseorang lain. Seseorang yang memiliki niat jahat terhadap Amara dan Riko. Amara terus mengikuti Alex dan wanita tersebut, mencoba untuk tidak terlihat. Mereka berjalan ke sebuah restoran kecil di pinggir kota, dan Amara memutuskan untuk mengikuti mereka ke dalam. Saat Amara masuk ke dalam restoran, dia melihat Alex dan wanita tersebut duduk di sebuah meja kecil di sudut restoran. Amara mencoba untuk tidak terlihat, tapi dia tidak bisa menghilangkan perasaan bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Tiba-tiba, Riko muncul di samping Amara. "Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Riko dengan suara pelan. Amara terkejut melihat Riko. "Aku mengikuti Alex," jawab Amara. "Aku ingin tahu apa yang dia lakukan." Riko mengangguk. "Aku juga ingin tahu," katanya. "Mari kita dengarkan apa yang mereka bicarakan." Amara dan Riko berdua mendengarkan percakapan Alex dan wanita tersebut. Mereka berbicara tentang sesuatu yang tidak jelas, tapi Amara dan Riko bisa merasakan bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Tiba-tiba, wanita tersebut berdiri dan meninggalkan restoran. Alex juga berdiri dan meninggalkan restoran, tapi sebelumnya dia menatap Amara dan Riko dengan mata yang tajam. Amara dan Riko saling menatap, merasa khawatir. Apa yang Alex lakukan? Dan apa yang terjadi dengan wanita tersebut? Amara dan Riko berdua keluar dari restoran, mencoba untuk memahami apa yang terjadi. Mereka melihat Alex berjalan menjauh, tapi mereka tidak bisa melihat ke mana wanita tersebut pergi. "Apa yang terjadi?" tanya Amara kepada Riko. "Apa yang Alex lakukan dengan wanita itu?" Riko mengangguk. "Aku tidak tahu," katanya. "Tapi aku rasa kita harus mencari tahu." Amara dan Riko berdua memutuskan untuk mengikuti Alex, mencoba untuk mengetahui apa yang terjadi. Mereka berjalan menjauh, mencoba untuk tidak terlihat. Saat mereka berjalan, Riko tiba-tiba berhenti. "Amara, aku ingin memberitahu kamu sesuatu," katanya. Amara menatap Riko dengan penasaran. "Apa itu?" tanyanya. Riko mengambil napas dalam-dalam. "Aku... aku bukanlah orang yang kamu pikirkan," katanya. "Aku memiliki rahasia yang belum kamu ketahui." Amara terkejut. "Apa rahasia itu?" tanyanya. Riko mengangguk. "Aku akan memberitahu kamu," katanya. "Tapi kamu harus berjanji untuk tidak marah." Amara mengangguk. "Aku berjanji," katanya. Riko mengambil napas dalam-dalam, dan kemudian mulai berbicara... "Aku... aku sebenarnya adalah anak dari Datuk," kata Riko dengan suara pelan. Amara terkejut. "Apa?" tanyanya dengan tidak percaya. "Mengapa kamu tidak memberitahu aku sebelumnya?" Riko mengangguk. "Aku tahu kamu akan marah jika kamu tahu," katanya. "Tapi aku tidak bisa menyembunyikan rahasia ini lebih lama lagi. Aku ingin kamu tahu kebenaran tentang aku." Amara merasa bingung dan marah. Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. "Mengapa kamu tidak memberitahu aku sebelumnya?" tanyanya lagi. Riko mengambil napas dalam-dalam. "Aku tahu kamu akan marah," katanya. "Tapi aku ingin kamu tahu bahwa aku tidak seperti ayahku. Aku tidak ingin melakukan hal-hal jahat seperti ayahku. Aku ingin membantu kamu dan melindungi kamu dari ayahku." Amara merasa bingung. Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Tapi dia tahu bahwa dia harus mempercayai Riko. "Aku percaya kamu," katanya. "Tapi aku ingin tahu apa yang akan kamu lakukan untuk membantu aku." Riko mengangguk. "Aku akan membantu kamu untuk menghentikan ayahku," katanya. "Aku akan membantu kamu untuk melindungi diri kamu dari ayahku." Amara merasa lega. Dia tahu bahwa dia bisa mempercayai Riko. "Terima kasih, Riko," katanya. "Aku percaya kamu." Riko tersenyum. "Aku akan selalu membantu kamu, Amara," katanya. "Aku akan selalu melindungi kamu." Amara dan Riko berdua berjalan kembali ke rumah mereka, dengan perasaan yang lebih lega dan percaya diri. Mereka tahu bahwa mereka memiliki tantangan yang besar di depan mereka, tapi mereka juga tahu bahwa mereka memiliki satu sama lain untuk menghadapi tantangan tersebut. Saat mereka berjalan, Amara tiba-tiba berhenti dan menatap Riko dengan serius. "Riko, aku memiliki pertanyaan untuk kamu," katanya. Riko mengangguk. "Apa itu, Amara?" tanyanya. Amara mengambil napas dalam-dalam. "Apa yang akan kamu lakukan jika ayahmu mengetahui bahwa kamu membantu aku?" tanyanya. Riko mengangguk dengan serius. "Aku akan melindungi kamu, Amara," katanya. "Aku tidak akan membiarkan ayahku melakukan hal-hal jahat kepada kamu." Amara merasa lega dan percaya diri. Dia tahu bahwa Riko akan selalu melindunginya. Tiba-tiba, mereka mendengar suara langkah kaki di belakang mereka. Mereka berdua menoleh ke belakang dan melihat seorang pria yang tidak dikenalnya. "Siapa kamu?" tanya Amara dengan waspada. Pria tersebut tersenyum. "Aku adalah teman Riko," katanya. "Aku datang untuk membantu kamu berdua." Riko mengangguk. "Aku percaya dia, Amara," katanya. "Dia adalah teman baikku." Amara masih merasa waspada, tapi dia juga merasa lega karena Riko percaya pada pria tersebut. "Apa yang kamu ingin lakukan untuk membantu kami?" tanya Amara kepada pria tersebut. Pria tersebut tersenyum. "Aku memiliki rencana untuk menghentikan Datuk," katanya. "Aku ingin membantu kamu berdua untuk melindungi diri kamu dari ayah Riko." Amara dan Riko berdua menatap satu sama lain dengan harapan. Mereka tahu bahwa mereka memiliki tantangan yang besar di depan mereka, tapi mereka juga tahu bahwa mereka memiliki teman-teman yang akan membantu mereka. "Apa rencana kamu?" tanya Amara kepada pria tersebut. Pria tersebut mengambil napas dalam-dalam. "Aku memiliki informasi tentang kegiatan Datuk," katanya. "Aku ingin membantu kamu berdua untuk mengumpulkan bukti dan menghentikan Datuk." Riko mengangguk. "Aku percaya kamu," katanya. "Mari kita lakukan rencana ini bersama-sama." Amara juga mengangguk. "Aku percaya kamu," katanya. "Mari kita lakukan rencana ini bersama-sama." Pria tersebut tersenyum. "Baiklah," katanya. "Mari kita mulai rencana ini." Amara, Riko, dan pria tersebut berjalan bersama-sama, siap untuk menghadapi tantangan yang besar di depan mereka. Mereka tahu bahwa mereka memiliki pekerjaan yang sulit, tapi mereka juga tahu bahwa mereka memiliki satu sama lain untuk menghadapi tantangan tersebut. Mereka berjalan dengan hati-hati, mencoba untuk tidak menarik perhatian orang lain. Mereka tahu bahwa mereka harus berhati-hati jika ingin berhasil menghentikan Datuk. Saat mereka berjalan, Amara tiba-tiba berhenti dan menatap Riko dengan serius. "Riko, aku memiliki pertanyaan untuk kamu," katanya. Riko mengangguk. "Apa itu, Amara?" tanyanya. Amara mengambil napas dalam-dalam. "Apa yang akan kamu lakukan jika ayahmu mengetahui bahwa kamu membantu aku?" tanyanya. Riko mengangguk dengan serius. "Aku akan melindungi kamu, Amara," katanya. "Aku tidak akan membiarkan ayahku melakukan hal-hal jahat kepada kamu." Amara merasa lega dan percaya diri. Dia tahu bahwa Riko akan selalu melindunginya. Tiba-tiba, pria tersebut berbicara. "Kita harus berhati-hati," katanya. "Datuk memiliki banyak orang yang bekerja untuknya. Kita tidak tahu siapa yang bisa dipercaya." Amara dan Riko berdua mengangguk. Mereka tahu bahwa mereka harus berhati-hati jika ingin berhasil menghentikan Datuk. _bersambung_ *Author : Kirana*
👍 ❤️ 3

Comments