fiction stories & novels [CFN]
fiction stories & novels [CFN]
March 1, 2025 at 09:56 PM
𖤐 ꩇׁׅ֪݊ ɑׁׅ ᥣׁׅ֪ ɑׁׅ ꩇׁׅ֪݊ ժׁׅ݊ ɑׁׅ ݊ꪀ ׅ꯱ ꫀׁׅܻ݊ ݊ꪀ յׁׅ ɑׁׅ ʙʏ ǫᴜᴇᴇɴ_ᴀʟ 𝚌𝚎𝚛𝚒𝚝𝚊 𝚒𝚗𝚒 𝚖𝚞𝚛𝚗𝚒 𝚔𝚊𝚛𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚢𝚊 𝚜𝚎𝚗𝚍𝚒𝚛𝚒 𝚓𝚊𝚍𝚒, 𝚔𝚊𝚕𝚊𝚞 𝚊𝚍𝚊 𝚔𝚎𝚜𝚊𝚖𝚊𝚊𝚗 𝚖𝚞𝚗𝚐𝚔𝚒𝚗 𝚒𝚝𝚞 𝚑𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚔𝚎𝚋𝚎𝚝𝚞𝚕𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚕𝚊𝚔𝚊. 𝙠𝙖𝙧𝙖𝙠𝙩𝙚𝙧? 𝙠𝙖𝙣 𝙪𝙙𝙖𝙝, 𝙨𝙘𝙧𝙤𝙡𝙡 𝙖𝙟 𝙠𝙚𝙖𝙩𝙖𝙨 𝙨𝙖𝙢𝙥𝙚 *_nemu_* *C A P T H E R 2* 3 hari kemudian... Aleta sudah dibolehkan pulang, dan kondisinya sudah semakin membaik. Kini ia sedang menuruni tangga sambil melihat keluarga nya, yang sekarang sudah lengkap. Perlahan senyum diwajahnya memudar karena melihat ada seseorang yang tak asing baginya, namun ia tak mengenalinya sama sekali. "Dek? Kok cuma bengong" ucap Al sambil melambaikan tangan nya kedepan muka Aleta. "Eh? Bang, itu siapa? " tunjuk Aleta kepada seseorang yang sedang mengobrol akrab dengan keluarga nya. "Gak tau, mungkin temen atau keluarga abi" jawab Al dengan santai lalu duduk kembali dan memakan kue bolu buatan bunda. Aleta terus menatap orang itu, dengan penuh tanda tanya. Siapa dia? Mengapa dia kesini? Gumamnya. Aleta terus mencoba mengingat siapa dia, dan mengapa seperti tak asing baginya, namun naas ia malah pusing dan akhirnya memutuskan untuk duduk di sofa tinggal di samping Al. Seseorang itu menyadari bahwa Aleta terus menatap nya, dan perlahan seseorang itu tersenyum tipis. Aleta yang sadar langsung menunduk, _astaghfirullahalazim aku harus jaga pandangan_ gumam Aleta. Al yang menyadari sikap Aleta sedari tdi langsung paham, namun ia tidak mungkin bertanya karena memang orang itu dan keluarga nya sangat akrab. "Mataa dakhal alkukh? "(Kapan dia masuk pondok?) " rubama fi waqt lahid baed takhrujih min almadrasat al'liedadia" (mungkin nanti setelah ia lulus smp) 👩🏻maaf kalau salah, soalnya cuma ngeliat Google Translate🙏🏻 "Uhuk uhuk uhuk" Aleta tersedak mendengar kalimat itu. Sebenarnya siapa orang ini? "Astaghfirullahalazim nak, minum dlu" Aleta meminum air yang diberikan sang abi . "Aleta mau kedapur dlu, Aleta pamit, assalamu'alaikum" "Wa'alaikumussalam" Aleta menyalami punggung abinya itu lalu berjalan menuju dapur. Al yang melihat Aleta menjauh pun mengejar nya. "Al juga pamit, mau ngomong sesuatu sama ummi, assalamu'alaikum" "Wa'alaikumussalam" Al berjalan mendekati Aleta yang masih tampak syok dengan kalimat tdi. "Dek, kenapa? "Tanya Al dengan polos, padahal ia sangat mengetahui nya. " bang, aku tdi gak salah denger kan? " "Emangnya ap? " "Bang, lu tau kan gua bisa bahasa Arab walaupun gak semuanya gua tau, tpi gua paham yang dibahas abi sama orang itu. Knp dia bisa nanya gua akan masuk pondok. Gua aja gak pernah mau mondok!, anehnya kenapa abi bilang gua bakal masuk pondok sama dia, kenal aja kagak" jelas Aleta panjang lebar. "Hmmm, jadi sebenarnya di- " ekhem "dehem singkat dari bunda dan langsung menatap Al dengan tajam. " eehh, bunda. Ummi mana? Al mau ketemu ummi" "Owh☺️ummi ada disana" "Ooh iya bun, Al datangin ummi dlu, assalamu'alaikum" "Wa'alaikumussalam" "Eh bang! Kasih tau dlu! Jangan asal tinggal" ucap Aleta kesal namun tak di hiraukan oleh Al. "Gimana sekolahnya? " "Alhamdulillah bun, lancar aja, tapi Aleta banyak ketinggalan pelajaran😢Aleta takut gak bisa ngerjain ujian nanti🥲" "Insyaallah Bisa, pasti bisa, apasih yang gak bisa buat kamu sayang... " "Makasih bun, Aleta mau kekamar dlu, assalamu'alaikum" "Wa'alaikumussalam" Aleta berjalan menuju kamarnya dan mengunci pintu kamarnya. Ia mulai menceritakan tentang percakapan tadi dengan teman temannya melalui vidcall. Velona : mungkin aj kamu dijodohin Putri : nah, iya tuhh Laila : aku juga setuju Zev : kali aj memang dijodohin Aleta : tapi kan gua masih sangat muda, masa iya udah mau dinikahkan Ratu : mungkin aj, orang tua lu kan juga nikah diwaktu muda Zeline : mungkin mereka mau lu buat ngikutin jejak mereka Kiara : sudah gpp, gak usah terlalu dipikirin Aleta : tapi kan ak- Azizah : sudah, gak ada tapi tapian! Jngan bahas kek gini lagi! Aleta : lu knp zah? Kok kayak gak suka gtu ditambah lu kayak nyembunyiin sesuatu Kiran : eh? Iya gak ush di bahas lagi Kiran yang baru ingat sesuatu dan langsung mengetik di grup yang tidak ada Aleta. "Weh, kalian lupa kalau kita disuruh jaga rahasia" kata kiran "Rahasia apa? Perasaan gak ada" kata Laila yang tak mengingat sama sekali "Itu abangnya Aleta, yang pas kita ngajakin Aleta gak pulang kerumah untuk beberapa hari, karena perintah om Fathan. Aku juga gak tau pasti knp om Fathan gak mau mempertemukan Aleta sama abangnya" ucap Azizah "Hah? Yang pas kapan? Kok gua gak ingat" ucap Ratu yang tak ingat sama sekali Aleta : kok kalian pada diem sih? Kalian dengerin gua gak sih!? Kiara : eh? Kita dengerin kamu kok. Coba kamu foto orang yang kamu maksud Aleta : eh? Buat apa? Zev : gpp, mau mastikan aj, spa tau kita ada yang kenal Aleta : oh iya tunggu bentar "Kok lu malah nyuruh Aleta foto dia sih? " "Gpp, buat mastiin aj" Aleta pun mengambil foto secara diam diam. Lalu mengirim nya ke grup. "Noh, udah kan" "Iya, udah" "Hah! Itu kan- " napa? Lo kenal? " "Eh, engga! Gua matiin dlu, assalamu'alaikum" "Eh, gua juga" "Eh, iya aku juga" Vidcall itu pun bubar. "Ish, tu pada lagi knp sih? Org lagi butuh bantuan malah ninggalin" gumam Aleta berdecak kesal. Sementara itu... "Eh, lu pada tau kan itu foto spa? " "Iya gua tau" "Eh, itu tuh bukannya- " ssttt udah gak ush dibahas lagi. Kita cuma ngikutin perintah dan jangan ada yang keceplosan " "Iya" "Aleta pas tau nanti, pasti langsung syok. Hahaha" "Iya lo kali ini bener hahahah "Yaudah bubar, udh mau waktu sholat" "Assalamu'alaikum " waalaikum salam .... "Bun, sebenarnya dia spa sih? " "Eh? Kamu ngomong apa tadi? _Allahuakbar²_ " nah, udah adzan ayo sholat dlu" ucap bunda laku langsung pergi meninggalkan Aleta. "Ih, bun jawab dlu atuh" Bunda tidak menghiraukan ucapan putri nya sama sekali. Aleta berdecak kesal laku pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri lalu berwudhu dan melaksanakan sholat berjamaah. Setelah selesai, Aleta yang tak tahan dan semakin penasaran, langsung duduk bersama di ruang tamu. "Abi... Dia siapa sih? " "Hush kalau ngomong itu yang sopan! " "Eh? Iya bi maaf,,, Aleta mau nanya dia siapa ya? " "Hai, Aleta kita bertemu lagi setelah lama tak berjumpa"sapa laki-laki itu kepada Aleta. " eh? Kayak suara... ABANG ini lu? Ini beneran lu? " "Iya Aleta, ini saya" ucap laki laki itu dan Aleta langsung memeluk nya. "Bang, Aleta kangen banget sama abang. Knp abang jarang pulang? Abang lama sekali meninggalkan Aleta dirumah sendiri" "Abang juga baru ada waktu sayang, lagi pula dirumah ada Al, dan kamu juga biasanya ajak teman-teman mu kerumah" "Tapi abang lama sekali, Aleta sangat kagen sama abang" "Sekarang abang sudah disini" "Abang sekarang sudah, abang jauh lebih tampan, dan manis" "Ekhem.. Aleta dan laki-laki itu melepaskan pelukan dan menoleh ke arah Al. " udah dlu sayang.. Ada yang cemburu tuhh" "Dih, siapa juga yg cemburu" ucap Al mengelak "Oh ya? Terus ngapain disitu? Kok kayak kepanasan" goda laki-laki itu. "Engga ya! Udah ah capek, kalau sama abang pasti berantem mulu" ucap Al dan bangkit dari sana. "Mau kemana bang? Sini duduk . abang fatih baru saja pulang, knp abang kayak gak suka" lerai Aleta yang merasa sikap Al berubah. Al pun menurut dan duduk di kursi tunggal. 👩🏻maaf yah kalau cerita nya agak gak nyambung soalnya ketua lagi sakit. Tak lama kemudian. _Ting..Tong.._🔔 "IYA TUNGGU SEBENTAR" "Biar Aleta yang buka pintu nya " Aleta pun membuka pintu yang tak jauh dari ruang tamu/keluarga itu. _ceklek.._🚪 "Iya.. Spa ya? " tanya Aleta tanpa menatap orang yang memencet bel itu. "Assalamu'alaikum" "Eh? Wa'alaikumussalam, akhirnya lo pada datang juga" "Hehe emang kita lama ya? " "Iya, lo pada tu lama banget.yaudah ayo masuk dlu" "Ke taman aja Al, lagi pula ini belum terlalu senja" "Tunggu bentar ya, gua tanya dlu. Kalau gak boleh kita main di balkon kamar aj ya, seperti biasa" "Iya gpp" "Ok, tunggu bentar" Aleta pun meninggalkan teman temannya lalu mendatangi abinya. "Abi... " panggil Aleta sambil mengedip ngedipkan matanya. "Iya?... Kenapa nak? Mata kamu kelilipan ya?" "Ish abi! Bukan gitu" "Terus knp sayang? " "Abi... Boleh gak Aleta keluar bareng temen Aleta. Deket aja kok di taman belakang🥺" "Main di lantai dua aj, kan ada ruangan khusus juga, kenapa mau ditaman? Ini udah mau magrib loh" "Abi... (_ting ting_) Aleta kembali mengedip ngedipkan mata nya. " boleh yah.. 🥺please🙏🏻" "Engga sayang, didalam aj yah, jangan diluar" ujar umi yang tak mau dibantah. "Tapi kan- " Aleta, dengerin kata abi dan bunda kamu" titah Al dan Arya(abangnya Aleta) dengan kompak. "Hahaha enya euh"(hadeh iya deh iya) Aleta berjalan mendekati pintu. " yah All kita gak dibolehin " "Yaudah gpp" "Yok masuk" Mereka pun masuk kerumah itu, namun Aleta langsung menuju tangga tak ingin mendatangi keluarga nya itu. "Assalamu'alaikum, om, tante" "Wa'alaikumussalam, ehh kalian ternyata, langsung keatas aj" ucap bunda Aleta yang tau Aleta sedang kesal. "Ehh, iyah tante,kami pamit dlu assalamu'alaikum" "Wa'alaikumussalam" Mereka pun menuju tangga dan menaikinya satu persatu. Saat sampai diatas mereka melihat Aleta yang sedang melihat langit di jendela bersama kucing putih kesayangannya. "Al.. Lo kenapa? " tanya kiran, karena tampak Aleta sedang sedih. "Gue? Gue gpp kok" ucap Aleta yang tak ingin membuat mereka kepikiran. "Al.. Kalau ada apa² ngomong aj sama kita. Walaupun kita gak yakin bisa bantu, tapi kita bakal berusaha buat bantu" tutur Azizah yang tak ingin sahabat nya kenapa napa. "Serius gua gpp kok" hampir saja buliran bening jatuh dan membasahi pelupuk mata Aleta namun cepat Aleta hapus. "Ehh Al- " gimana lo sama putra? Put" tak ingin mereka khawatir dengan Aleta. "Alhamdulillah, baik aj kok, lagi pula bentar lagi kan kita mondok, jadi mungkin bakal ketemu" jelas putri tanpa basa basi. "Eh, ngomongin soal mondok, lo pada mondok? " tanya Aleta. "Gue kayaknya mau lanjut SMA aj sih" jawab Velona. "Yahh, berarti bakal pisah dong" ucap mereka serempak. "Coba lah bujuk ortu lu supaya boleh" rayu Kiara. "Bukan org tua gue yang gak bolehin tapi memang gue yang gak mau" "Loh, knp? Mondok kan bagus" ucap Zev. "Kalau dia mondok kan gak ketemu cowok nya" ucap Aleta dengan santai. "Heh, mana ada! " elak Velona. Semua terkekeh mendengar elakkan Velona yang menurut mereka lucu. "Kalau lo Ran?" "Gue? Gue mah aman aman aj"jawab Kiran. "Lo pada pacaran gtu gpp? " tanya Ratu. "Ya gpp sih, aman aman aj" jawab mereka dengan kompak. "Kok bisa ya oma sama opa gak tau kalo lo pada pacaran" ujar Aleta yang merasa heran. "Katanya Revan gak semua hp di cek, buat yang senior gak ada pengecekan" jawab Azizah. "Nanti deh gue nyuruh opa buat ngecek juga" ujar Aleta dengan santai. "Heh jangan!! " bentak mereka dengan serempak. "Biasanya lo dukung ,knp sekarang lo malah mau ngelapor" tanya putri yang tak ingin hp pacar nya di cek dan berakhir tak bisa komunikasi. "Yaaa gpp, beruntung lo pada punya temen kayak gua yang masih mau ngingetin" jawab Aleta. "Dih, iya deh si paling" "All foto yok buat kenang kenangan, bentar lagi kan lulus" "Ayokk" _cekrek_ _cekrek_ _cekrek_ _cekrek 99x_ "MasyaAllah, All coba liat" "MasyaAllah, indah banget" ☀⛅ "Gak berasa banget, dari dlu kita ngeliat senja smpai sekarang selalu bareng" "Iya, dan sekarang kita malah akan berpisah" "Walau ngeliat nya gak dari luar, setidaknya keindahan nya terlihat sampai sini" "Itulah alasan aku menyukai senja" "Senja melukiskan kisah kita dari awal, senja yang membuat kita bahagia, senja yang menjadi saksi kebersamaan kita, dan senja lah yang mempertemukan kita" "Ya, dia adalah senja yang selalu bersama kita" "Anak anak ayo sholat dlu" "Iyah" Setelah selesai sholat, teman teman Aleta pun pamit pulang. "Loh, abang mau kemana? " "Mau balik" "Yahh, kan baru bentar disini kok udh mau balik. " "Sudah sayang.. Oma sama opa yang nyuruh abang balik" "Owh, gtu yah. Yaudah deh gpp, jangan balik ya bang" "Iya" Setelah kepergian Arya. Mereka pun balik kekamar masing masing, kecuali Aleta dan org tua nya. Suasana terasa sangat canggung, karena tidak ada yang memulai pembicaraan. "Aleta.. " Aleta gak mau masuk pondok!! "Bentak Aleta, karena bayang bayang soal percakapan tdi masih ada di benaknya. " sayang... "Maaf bunda, abi, Aleta gak bermaksud membentak abu sama bunda" "Iya sayang.. Kamu tau dari mana kalau kamu mau dimasukin pondok? " "Tdi Aleta dengar pembicaraan abi sama abang" "Terus? Knp Aleta gak mau masuk pondok? " "Aleta gak mau dipenjara! Aleta gak mau di kekang" "Sayang.. Pesantren itu bukan penjara tapi kalau kamu menyebutnya sebagai penjara, itu namanya penjara suci. Kami tidak bermaksud ingin memenjarakan kamu disana, kami hanya ingin mengubah mu menjadi lebih baik. " "Tapi Aleta gak mau mondok bi.. " "Tpi, abi sdah daftar kan kamu disana. Kamu akan baik baik saja, karena disana tempat pesantren sahabatnya abi" "Tapi Aleta gak mau" "Kamu pengen kami bahagia kan sayang.. Oleh sebab itu ikuti kemauan kami. Ini juga demi kebaikan kamu Aleta.. " Aleta menghembuskan nafasnya, jujur saja Aleta sangat tidak ingin mondok. Tapi demi membahagiakan keluarga nya, ia memutuskan untuk ingin mondok. "Sayang.. Kamu ikhlas kan? " "InsyaAllah bi, Aleta akan berusaha" "Baguslah kalau begitu" 1 minggu berlalu.... Bersambung... Abaikan typo Jangan lupa reaksi Gaksuka? Skip Babay❤️

Comments