Pak Cah Channel
February 24, 2025 at 03:24 PM
🪴🪴🪴🪴🪴🪴
Relasi Suami Istri, Saling Lekat Seperti Pakaian (6)
@ Cahyadi Takariawan
Suami adalah pakaian bagi istri dan istri adalah pakaian bagi suami, sebagaimana firman Allah (QS. Al-Baqarah: 187).
Mengapa suami istri diibaratkan seperti libas atau pakaian? Dr. Salman Al-Audah (2014) menjelaskan beberapa makna pakaian, sebagai berikut:
Kesebelas: pakaian adalah privasi
Tak seorang pun mengenakan pakaian kita dan kita juga tak akan mengenakan pakaian orang lain. Demikian pula suami istri, yang corak relasi mereka sangat pribadi, sangat privasi.
Allah Subhanahu wa Taala berfirman: “Kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka tidak tercela” (QS. Al-Mukminun: 6).
Keduabelas: pakaian adalah simbol kebaruan dan variasi
Adakah di antara kita yang hanya memiliki satu pakaian saja? Hampir-hampir tidak ada. Pada umumnya manusia suka dengan kebaruan dan variasi. Anda saksikan iklan pakaian yang selalu menawarkan kebaruan dan variasi.
Demikian pula suami istri, harus pandai menghadirkan kebaruan dan variasi dalam kehidupan sehari-hari. Jangan sampai terjebak dalam kehidupan yang monoton dan jumud. Pernikahan akan sangat membosankan jika monoton dan jumud.
Allah berfirman, “Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki” (QS. Al-Baqarah: 237).
Nabi saw pernah ditanya tentang batasan seorang laki-laki bersenang-senang dengan istrinya. Beliau membolehkan berbagai bentuk kesenangan dengan istri, kecuali dua hal saja, yaitu menggauli dari dubur dan berhubungan seksual ketika istri sedang haid.
Beliau saw bersabda, “Lakukanlah segala sesuatu kecuali nikah (maksudnya ketika istri haid)” (HR. Muslim).
Sumber rujukan:
Dr. Salman Al-Audah, Wahai Putriku, Mutiara Publishing, 2014
❤️
👍
😢
5