Project Multatuli
May 13, 2025 at 03:41 AM
Lhokseumawe pernah dijuluki “kota petrodolar” berkat kejayaan ekspor gas bernilai miliaran dolar dari kilang Arun NGL. Namun di balik gemerlap proyek energi raksasa ini, empat kampung digusur, ribuan warga tersingkir, dan kesejahteraan yang dijanjikan tidak pernah merata.
Saat gas habis dan kilang ditutup, ribuan pekerja kehilangan mata pencaharian, dan kota yang bergantung pada migas tanpa diversifikasi ekonomi terperosok dalam stagnasi.
Warga kampung yang dulu digusur masih hidup tanpa kepastian pemukiman, bertahan hidup di sekitar eks kilang LNG Arun yang penuh risiko. Sementara itu, KEK Arun yang dijanjikan jadi tumpuan baru justru berjalan lambat.
Di balik narasi besar transisi energi, ada kebutuhan mendesak merancang masa depan yang adil dan berkelanjutan bagi pekerja dan komunitas yang ikut menopang industri.
Dari Kota Lhokseumawe, Aceh, reportase selengkapnya dapat dibaca - https://projectmultatuli.org/warisan-arun-ngl-dan-jejak-suram-kota-petrodolar-lhokseumawe/
Rekomendasi bacaan lainnya:
• Nir-nurani di Balik Pencapaian Bahan Bakar B50: Konglomerasi Jhonlin Berjaya, Warga Merana - https://projectmultatuli.org/nir-nurani-di-balik-pencapaian-bahan-bakar-b50-konglomerasi-jhonlin-berjaya-warga-merana/
• Ancaman Terselubung Geothermal di Lahan Kentang Petani Dieng - https://projectmultatuli.org/ancaman-terselubung-geothermal-di-lahan-kentang-petani-dieng/
😢
👍
5